Minggu, 28 November 2010

Manusia Dan Pandangan Hidup

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu mempunyai sifat yang kodrati, oleh Karena itu ia dapat menentukan masa depan diri sendiri. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandangan berasal dari kata pandang yang artinya penglihatan yang tetap dan agak lama. Sedangkan hidup artiya masih terus ada.
Jadi, pandangan hidup dapat diartikan sebagai konsep yang dimiliki seseorang atu golongan dalam masyarakat yang menanggapi dan menerangkan segala masalah yang ada di dunia ini.
Dengan demikian, pandangan hidup bukanlah muncul seketika dalam waktu yang singkat. Melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran tersebut akan di uji dalam kehidupan nyata. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama → pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi → pandangan hidup disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan → pandangan hidup yang relatif kebenarannya karena timbul dari diri sendiri dan untuk diri sendiri.
Pandangann hidup pada dasarnya mempunyai unsur yaitu cita-cita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita adalah harapan atau keinginan yang selalu ada di dalam pikiran seseorang atau tujuan yang akan diperoleh manusia yang akan datang. Dengan demikian, cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup dalam masa yang akan datang.
Seseorang dapat menggapai cita-citanya bergantung dari 3 faktor :
1. Faktor manusia
Seseorang yang memiliki cita-cita dan ingin menggapainya ditentukan oleh kualitas manusianya itu sendiri. Ada orang yang tidak berkemauan sehingga cita-citanya hanya menjadi khayalan semata bukan untuk dorongan hidup. Namun sebaliknya, jika orang yang berkemauan tinggi, maka orang tersebut akan terus berusaha untuk menggapai cita-citanya tersebut dan cita-cita tersebut akan dijadikan motivator dalam menjalani hidupnya agar selalu lebih baik dan lebih maju.
2. Faktor kondisi
Yang mempengaruhi cita-cita pada umumnya adalah yang menguntungkan dan yang menghambat. Factor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya cita-cita. Sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
3. Faktor tingginya cita-cita
Ada yang menganjurkan gantunglah cita-cita setinggi langit. Namun, balik lagi kepada menusianya. Mampukah manusia itu menggapai cita-citanya tersebut. Tetapi ada juga pepatah yang mengatakan “ baying-bayng setinggi badan “ artinya menggapai cita-cita sesuai dengan kemempuannya sendiri. Mungkin ii lebih baik agar manusia secara bertahap dapat mencapai cita-citanya yang diidam-idamkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar