INTERNET……
Menurut saya, internet merupakan suatu sistem global yang dihubungkan pada jaringan komputer melalui jaringan telepon.
Internet, memang sih hanya terdiri dari delapan huruf saja, namun jangan salah internet berisi jutaan bahkan jauuhhhh lebih banyak informasi dan ilmu pengetahuan didalamnya yang dapat kita ketahui serta bisa kita dapatkan secara Cuma-Cuma jika kita mengakses jaringan internet. Apapun informasi yang kita inginkan, internet mampu menyediakannya. Hebat bukan ?
Melalui jaringan internet, kita dapat menjelajahi seluruh penjuru dunia bahkan berhubungan langsung dengan orang lain yang berbeda wilayah dengan kita. Dengan adanya internet, komunikasi menjadi sangat mudah dilakukan dengan waktu yang sangat efisien. Bagaimana tidak canggih, internet bisa melayani miliaran penggunanya diseleruh penjuru dunia. Internet yang berisi jaringan dari jaringan yang terdiri dari jutaan jaringan pribadi, umum, akademik, bisnis, dan jaringan pemerintah, dari lokal ke lingkup global, yang dihubungkan oleh sebuah kode array yang luas dari teknologi jaringan elektronik, nirkabel dan optik. Dengan internet, informasi-informasi bisa kita dapatkan dengan mudah dimanapun kita berada.
Sangat berbeda dengan jaman dahulu ketika belum adanya internet. Orang sangat sulit untuk berkomunikasi jarak jauh. Mereka hanya bisa berkirim surat bahkan perlu waktu yang cukup lama untuk menerima surat tersebut.
Namun, dengan semakin majunya tingkat globalisasi saat inilah internet ada diantara kita dan mendukung semua aktifitas kita sehari-hari. Bayangkan, dahulu orang yang berbisnis hanya bisa bekerja dikantor saja. Sangat sulit bagi mereka bekerja diluar ketika mereka pergi keluar kota, acara keluarga, liburan, atau bahkan ketika terbaring dirumah sakit. Namun, setelah ada fasilitas nirkabel internet, semua terasa semakin mudah untuk dilakukan. Pebisnis bisa menggunakan jaringan internet untuk transaksi online, berkomunikasi dengan relasi yang ada di luar negeri dengan menggunakan VOIP (Voice Over Internet Protocol), email, atau sekedar text chat saja. Mencari informasi tentang peluang-peluang bisnis baru yang mungkin bisa ia kembangkan.
Mencari lowongan pekerjaan di dalam ataupun diluar negeri, sekedar membagi informasi tentang hobi kita, mencari tahu tentang resep masakan, bahkan hingga memanfaatkan media internet untuk mempublikasikan perusahaan kita, memanfaatkan internet sebagai sumber ekonomi kita dengan mengikuti program
Jaringan internet sangat luas juga mudah untuk diakses dimanapun. Apalagi sekarang jamannya internetan portable. Bisa dengan mudah dibawa dan digunakan dimanapun.
Dengan memanfaatkan internet, pemakaian komputer di seluruh dunia dimungkinkan untuk saling berkomunikasi dan pemakaian bersama informasi dengan cara saling kirim e-mail, menghubungkan ke komputer lain, mengirim dan menerima file, membahas topik tertentu pada newsgroup dan lain-lain.
Banyak juga manfaat internet yang dapat kita gunakan pada dunia pendidikan, misalnya pelajar dapat melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media buku atau yang lainnya. Untuk mahasiswa, banyak sekali portal yang menyediakan media untuk pengembangan ilmu pengetahuan mereka. Ilmu komputer, e-edukasi, dan masih banyak lagi.
Bebasnya informasi yang dihadirkan internet membuat internet selalu memberikan semua informasi secara up to date, mengalir setiap waktu, tidak ada batasan waktu, jarak, serta tempat darimana informasi tersebut dihadirkan.
Semoga internet akan semakin pesat perkembangannya dan dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin untuk menuju kehidupan yang lebih baik…
bani_plotters
Jumat, 07 Oktober 2011
Senin, 09 Mei 2011
kelebihan dan kekurangan teknologi telepon seluler
Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Handphone atau biasa disebut telepon selular merupakan perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan dasar yang sama dengan telepon konvensional salutaran tetap, tetapi handphone bias dibawa kemana-mana dan tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel. Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari. Banyak orang di berbagai kota besar khususnya, tua-muda sering terlihat memamerkannya jika sedang tak digunakan. Ditaruh di saku celana, diselipkan di pinggang, atau ada juga yang sengaja terus dipegang sambil sesekali digunakan untuk menunjuk-nunjuk. Harganya yang sudah kian terjangkau membuat barang ini bisa dimiliki.
Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ‘teman’ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.
Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.
Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuah kota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.
Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson. Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler. Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Ericsson dan di Amerika dengan perusahaan Motorola. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang.
Awalnya, ukuran telepon seluler ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Namun saat ini, telepon selular menjadi alat yang multi-fungsi dengan ukurannya yang menarik ditambah banyaknya aksesoris telepon seluler untuk mempercantik penampilannya. Tidak seperti dulu yang harganya mahal. Sekarang telepon seluler bisa kita dapatkan dengan harga yang menggiurkan dengan fitur yang lengkap. Setiap orang menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan adanya telepon seluler saat ini. Bahkan urusan bisnis, sekolah, sampai pengetahuan bisa mudah kita dapatkan hanya dengan memengang telepon seluler. Namun, disamping kelebihannya telepon seluler juga memiliki banyak kerugian bagi setiap pemiliknya. Misalnya, dimanapun orang terbiasa dengan urusan telepon genggamnya sampai melupakan kejadian sekelilingnya. Seperti orang dengan mudah mengobrol melalui sms atau BBM dengan mudah, cepat, dan murah sehingga orang menjadi lupa akan semua kegiatannya. Pemilik telepon seluler juga dengan bebas men-download apa saja dari layanan internet yang ada pada telepon seluler. Telepon seluler yang sudah familiar dibanyak kalangan dan mudah untuk dioperasikan, membuat penggunanya terutama anak kecil yang menerima dampak buruk dari telepon seluler tersebut. Sebenarnya telepon seluler menjadi sangat bermanfaat bagi penggunanya jika digunakan dalam hal yang positif seperti barang untuk menambah pengetahuan, kuliah, belajar sampai dengan bekerja atau berbisnis yang positif.
http://awalmula.com/awal-mula-sejarah-handphone.
Apapun itu, alat yang ukurannya kian imut dan menarik ini juga sudah dianggap sebagai ‘teman’ di perjalanan atau di tempat beraktivitas yang amat praktis. Ia bisa menghubungkan kita dengan relasi, kolega, bahkan dengan bos galak dari mana saja. Teknologi telekomunikasi telah memungkinkannya bisa dipergunakan di mana saja. Apalagi dengan diluncurkannya satelit-satelit selular, yang selanjutnya memungkinkan benda kecil ini bisa digunakan di tempat terpencil (remote area), bahkan dari tengah lautan. Satu yang membuatnya unggul dibanding telepon rumahan, yakni sifatnya yang tanpa kabel atau wireless.
Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.
Lalu mengapa disebut telepon selular? Sebutan ini rupanya berangkat dari bentangan penguat sinyal yang dibangun jaringan antena RBS (radio base station) yang menjadi piranti penangkap dan penyebar sinyal. Untuk sebuah kota, penyelenggara jaringan atau biasa disebut provider biasa membaginya dalam bentuk sel yang bentuknya imajiner, dimana setiap sel akan diwakili sebuah antena RBS. Itu sebabnya telepon bergerak (mobile phone) ini selanjutnya dikenal pula sebagai telepon selular.
Pada tahun 1910 adalah cikal bakal telepon seluler yang ditemukan oleh Lars Magnus Ericsson. Pada tahun 1921 pertama kalinya Departemen Kepolisian Detroit Michigan menggunakan teleopn mobile yang terpasang di semua mobil polisi dengan menggunakan freuensi 2 MHz. Pada tahun 1960, di Finlandia sebuah perusahaan bernama Fennis Cable Works yang semula berbisnis dibidang kabel, melakukan ekspensi dengan mendirikan perusahaan elektronik yang bernama Nokia sebagai handset telepon seluler. Tahun 1970-an perkembangan telepon mobile menjadi pesat dengan di dominasi oleh 3 perusahaan besar yaitu di Eropa dengan perusahaan Nokia dan Ericsson dan di Amerika dengan perusahaan Motorola. Pada tahun 1969, sistem telekomunikasi seluler dikomersialkan. Setelah tahun 1970, telekomunikasi seluler semakin sering dibicarakan orang.
Awalnya, ukuran telepon seluler ukurannya memang cukup besar dengan antena pendek. Ada pula ponsel dengan ukuran sekoper. Namun saat ini, telepon selular menjadi alat yang multi-fungsi dengan ukurannya yang menarik ditambah banyaknya aksesoris telepon seluler untuk mempercantik penampilannya. Tidak seperti dulu yang harganya mahal. Sekarang telepon seluler bisa kita dapatkan dengan harga yang menggiurkan dengan fitur yang lengkap. Setiap orang menjadi mudah untuk berkomunikasi dengan adanya telepon seluler saat ini. Bahkan urusan bisnis, sekolah, sampai pengetahuan bisa mudah kita dapatkan hanya dengan memengang telepon seluler. Namun, disamping kelebihannya telepon seluler juga memiliki banyak kerugian bagi setiap pemiliknya. Misalnya, dimanapun orang terbiasa dengan urusan telepon genggamnya sampai melupakan kejadian sekelilingnya. Seperti orang dengan mudah mengobrol melalui sms atau BBM dengan mudah, cepat, dan murah sehingga orang menjadi lupa akan semua kegiatannya. Pemilik telepon seluler juga dengan bebas men-download apa saja dari layanan internet yang ada pada telepon seluler. Telepon seluler yang sudah familiar dibanyak kalangan dan mudah untuk dioperasikan, membuat penggunanya terutama anak kecil yang menerima dampak buruk dari telepon seluler tersebut. Sebenarnya telepon seluler menjadi sangat bermanfaat bagi penggunanya jika digunakan dalam hal yang positif seperti barang untuk menambah pengetahuan, kuliah, belajar sampai dengan bekerja atau berbisnis yang positif.
http://awalmula.com/awal-mula-sejarah-handphone.
Selasa, 22 Maret 2011
perbedan sifat manusia berdasrkan letak geografisnya
Kepribadian orang jawa identik dengan tutur kata yang lemah lembut dan sopan dalam bergaul maupun dalam berpakaian. orang jawa terdapat beberapa aturan atau larangan yang tidak boleh dilakukan. menurut orang Jawa itu merupakan suatu nasihat yang membangun. Misalnya tidak boleh duduk di depan pintu karena bisa nanti jodohnya kabur.Hal tersebut merupakan salah satu cirri kepribadian yang unik. kebanyakan orang jawa memiliki rasa sosialisasi dan rasa solidaritas yang tinggi. Misalnya saling tolong menolong dan bergotong royong yang dilakukan bersama-sama. Hal tersebut dilakukan bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan. Cara makan orang jawa pada umumnya makan dengan mulut tak melebar seakan menjaga agar makanan tidak sampai tumpah serta tidak menimbulkan bunyi. Oarng jawa sangat memperhatikan tata karma mereka. Bahkan sampai makan pun ada tata kramanya. Misalnya orang jawa itu selalu menjaga kakinya tetap dibawah agar tetap dilihat anggun dan sopan.
Kepribadian orang Sumatera identik dengan tutur katanya yang cepat da keras. Walaupun nada bicaranya keras, namun bukan berrti mereka ngomong dengan marah-marah. Lalu, cara makan orang sumatera biasanya paling senang makan dengan mulut lebar, seakan akan bersemangat sekali melahap makanan mereka walaupun hanya makan nasi dan sambal. Sementara orang jawa (orang yang tinggal dipulau jawa) pada umumnya makan dengan mulut tak melebar seakan menjaga agar makanan tak sampai tumpah plus tak menimbulkan bunyi. Berbeda dengan orang jawa, orang Sumatra umumnya cenderung untuk makan dengan cara mengangkat salah satu kaki keatas bangku atau keatas dimana ia duduk.
Perbedaan kedua sifat dari asal yang berbeda itu sebenarnya bukan ditentukan tetapi kultur setiap daerah adalah berbeda sehingga setiap orang akan terbiasa dengan struktur kultur yang sudah ada didaerah tersebut. Sehingga kalau ada orang baru maka kemungkinan besar dia akan ikut dan menyesuaikan diri dengan kultur baru yang sudah ada dan berakar sedemikian lama. perbedaan karakter disebabkan oleh perbedaan kultur masyarakat dan tipe lingkungannya, selain itu masyarakat jawa yang halus dan masyrakat sumatra yang keras sudah tertanam dari dari zaman dahulu. kepribadian mereka dibentuk dari pendahulunya yang merupkan cikal bakal karakter daerah tersebut.
Daftar dustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa
http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html
Kepribadian orang Sumatera identik dengan tutur katanya yang cepat da keras. Walaupun nada bicaranya keras, namun bukan berrti mereka ngomong dengan marah-marah. Lalu, cara makan orang sumatera biasanya paling senang makan dengan mulut lebar, seakan akan bersemangat sekali melahap makanan mereka walaupun hanya makan nasi dan sambal. Sementara orang jawa (orang yang tinggal dipulau jawa) pada umumnya makan dengan mulut tak melebar seakan menjaga agar makanan tak sampai tumpah plus tak menimbulkan bunyi. Berbeda dengan orang jawa, orang Sumatra umumnya cenderung untuk makan dengan cara mengangkat salah satu kaki keatas bangku atau keatas dimana ia duduk.
Perbedaan kedua sifat dari asal yang berbeda itu sebenarnya bukan ditentukan tetapi kultur setiap daerah adalah berbeda sehingga setiap orang akan terbiasa dengan struktur kultur yang sudah ada didaerah tersebut. Sehingga kalau ada orang baru maka kemungkinan besar dia akan ikut dan menyesuaikan diri dengan kultur baru yang sudah ada dan berakar sedemikian lama. perbedaan karakter disebabkan oleh perbedaan kultur masyarakat dan tipe lingkungannya, selain itu masyarakat jawa yang halus dan masyrakat sumatra yang keras sudah tertanam dari dari zaman dahulu. kepribadian mereka dibentuk dari pendahulunya yang merupkan cikal bakal karakter daerah tersebut.
Daftar dustaka
http://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Jawa
http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html
Senin, 21 Februari 2011
Teori Matematika dalam Ilmu Psikologi
Teori Matematika dalam Bidang Ilmu Psikologi
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran favorit saya pada waktu saya duduk dibangku sekolah. Menurut saya, matematika merupakan pelajaran yang menantang dan membuat saya selalu mencari dan berfikir. Sedangkan psokologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan jiwa manusia. Tadinya, saya tidak pernah berfikir kalau ilmu matematika juga dipakai dalam ilmu psikologi. Dan salah satu teori matematika yang dipakai dalam ilmu psikologi adalah statistika.
Statistika yang sering kita ketahui adalah ilmu yang digunakan untuk menghitung nilai rata-rata, nilai tengah dan lain-lain terhadap data yang ada kemudian dijadikan grafik. Pada penelitian ini, saya sudah melakukan observasi pada siswa SMAN 41 Jakarta mengenai minat baca terhadap hasil belajar mereka. Di kesempatan itu, saya telah memberikan beberapa tes kepada 11 orang siswa dan saya menemukan hasil seperti tabel dibawah ini.
HASIL PEROLEHAN NILAI SISWA SMAN 41
No Nama Siswa Nilai
1 Ferdiansyah Ch. 93
2 Riska Putri 93
3 Permadi Suryo N. 86
4 Irnawati M. 73
5 Dinny Anggraini 66
6 Funick Anjarsari 66
7 Lamria Raya F. 66
8 Siska Pratiwi 66
9 Imam Augu Arianto 60
10 Wulandari Januarita 60
11 Vani Anggestia 53
Dari data yang sudah saya peroleh, saya dapat menyimpulkan bahwa hasil dari tes yang mendapatkan nilai minus memiliki kendala pada kurangnya membaca buku pelajaran yang tertuju kepada soal yang telah diberikan, sehingga mereka harus mendapatkan tes tersebut berulang kali untuk mendapat hasil yang lebih baik.
Menurut saya, kurangnya minat baca pada siswa tersebut disebabkan oleh faktor buku yang terdapat di perpustakaan kurang terawatt dan kurang lengkap serta suasana perpustakaan yang kurang nyaman bagi para siswa untuk membaca dan berlama-lama di perpustakaan. Namun, bukan hanya faktor itu yang menyebabkan kurangnya minat baca pada siswa, melainkan tidak ada kemauan dari dalam diri ( motivasi ) untuk membaca. Dan rata-rata siswa tidak senang membaca buku pelajaran. Mereka lebih senang membaca novel dan komik.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran favorit saya pada waktu saya duduk dibangku sekolah. Menurut saya, matematika merupakan pelajaran yang menantang dan membuat saya selalu mencari dan berfikir. Sedangkan psokologi adalah ilmu yang mempelajari tentang perilaku dan jiwa manusia. Tadinya, saya tidak pernah berfikir kalau ilmu matematika juga dipakai dalam ilmu psikologi. Dan salah satu teori matematika yang dipakai dalam ilmu psikologi adalah statistika.
Statistika yang sering kita ketahui adalah ilmu yang digunakan untuk menghitung nilai rata-rata, nilai tengah dan lain-lain terhadap data yang ada kemudian dijadikan grafik. Pada penelitian ini, saya sudah melakukan observasi pada siswa SMAN 41 Jakarta mengenai minat baca terhadap hasil belajar mereka. Di kesempatan itu, saya telah memberikan beberapa tes kepada 11 orang siswa dan saya menemukan hasil seperti tabel dibawah ini.
HASIL PEROLEHAN NILAI SISWA SMAN 41
No Nama Siswa Nilai
1 Ferdiansyah Ch. 93
2 Riska Putri 93
3 Permadi Suryo N. 86
4 Irnawati M. 73
5 Dinny Anggraini 66
6 Funick Anjarsari 66
7 Lamria Raya F. 66
8 Siska Pratiwi 66
9 Imam Augu Arianto 60
10 Wulandari Januarita 60
11 Vani Anggestia 53
Dari data yang sudah saya peroleh, saya dapat menyimpulkan bahwa hasil dari tes yang mendapatkan nilai minus memiliki kendala pada kurangnya membaca buku pelajaran yang tertuju kepada soal yang telah diberikan, sehingga mereka harus mendapatkan tes tersebut berulang kali untuk mendapat hasil yang lebih baik.
Menurut saya, kurangnya minat baca pada siswa tersebut disebabkan oleh faktor buku yang terdapat di perpustakaan kurang terawatt dan kurang lengkap serta suasana perpustakaan yang kurang nyaman bagi para siswa untuk membaca dan berlama-lama di perpustakaan. Namun, bukan hanya faktor itu yang menyebabkan kurangnya minat baca pada siswa, melainkan tidak ada kemauan dari dalam diri ( motivasi ) untuk membaca. Dan rata-rata siswa tidak senang membaca buku pelajaran. Mereka lebih senang membaca novel dan komik.
Minggu, 28 November 2010
Manusia Dan Pandangan Hidup
MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu mempunyai sifat yang kodrati, oleh Karena itu ia dapat menentukan masa depan diri sendiri. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandangan berasal dari kata pandang yang artinya penglihatan yang tetap dan agak lama. Sedangkan hidup artiya masih terus ada.
Jadi, pandangan hidup dapat diartikan sebagai konsep yang dimiliki seseorang atu golongan dalam masyarakat yang menanggapi dan menerangkan segala masalah yang ada di dunia ini.
Dengan demikian, pandangan hidup bukanlah muncul seketika dalam waktu yang singkat. Melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran tersebut akan di uji dalam kehidupan nyata. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama → pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi → pandangan hidup disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan → pandangan hidup yang relatif kebenarannya karena timbul dari diri sendiri dan untuk diri sendiri.
Pandangann hidup pada dasarnya mempunyai unsur yaitu cita-cita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita adalah harapan atau keinginan yang selalu ada di dalam pikiran seseorang atau tujuan yang akan diperoleh manusia yang akan datang. Dengan demikian, cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup dalam masa yang akan datang.
Seseorang dapat menggapai cita-citanya bergantung dari 3 faktor :
1. Faktor manusia
Seseorang yang memiliki cita-cita dan ingin menggapainya ditentukan oleh kualitas manusianya itu sendiri. Ada orang yang tidak berkemauan sehingga cita-citanya hanya menjadi khayalan semata bukan untuk dorongan hidup. Namun sebaliknya, jika orang yang berkemauan tinggi, maka orang tersebut akan terus berusaha untuk menggapai cita-citanya tersebut dan cita-cita tersebut akan dijadikan motivator dalam menjalani hidupnya agar selalu lebih baik dan lebih maju.
2. Faktor kondisi
Yang mempengaruhi cita-cita pada umumnya adalah yang menguntungkan dan yang menghambat. Factor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya cita-cita. Sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
3. Faktor tingginya cita-cita
Ada yang menganjurkan gantunglah cita-cita setinggi langit. Namun, balik lagi kepada menusianya. Mampukah manusia itu menggapai cita-citanya tersebut. Tetapi ada juga pepatah yang mengatakan “ baying-bayng setinggi badan “ artinya menggapai cita-cita sesuai dengan kemempuannya sendiri. Mungkin ii lebih baik agar manusia secara bertahap dapat mencapai cita-citanya yang diidam-idamkan.
Setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu mempunyai sifat yang kodrati, oleh Karena itu ia dapat menentukan masa depan diri sendiri. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandangan berasal dari kata pandang yang artinya penglihatan yang tetap dan agak lama. Sedangkan hidup artiya masih terus ada.
Jadi, pandangan hidup dapat diartikan sebagai konsep yang dimiliki seseorang atu golongan dalam masyarakat yang menanggapi dan menerangkan segala masalah yang ada di dunia ini.
Dengan demikian, pandangan hidup bukanlah muncul seketika dalam waktu yang singkat. Melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran tersebut akan di uji dalam kehidupan nyata. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup dapat diklasifikasikan menjadi 3 macam :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama → pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
2. Pandangan hidup yang berupa ideologi → pandangan hidup disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.
3. Pandangan hidup hasil renungan → pandangan hidup yang relatif kebenarannya karena timbul dari diri sendiri dan untuk diri sendiri.
Pandangann hidup pada dasarnya mempunyai unsur yaitu cita-cita. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, cita-cita adalah harapan atau keinginan yang selalu ada di dalam pikiran seseorang atau tujuan yang akan diperoleh manusia yang akan datang. Dengan demikian, cita-cita merupakan pandangan masa depan atau pandangan hidup dalam masa yang akan datang.
Seseorang dapat menggapai cita-citanya bergantung dari 3 faktor :
1. Faktor manusia
Seseorang yang memiliki cita-cita dan ingin menggapainya ditentukan oleh kualitas manusianya itu sendiri. Ada orang yang tidak berkemauan sehingga cita-citanya hanya menjadi khayalan semata bukan untuk dorongan hidup. Namun sebaliknya, jika orang yang berkemauan tinggi, maka orang tersebut akan terus berusaha untuk menggapai cita-citanya tersebut dan cita-cita tersebut akan dijadikan motivator dalam menjalani hidupnya agar selalu lebih baik dan lebih maju.
2. Faktor kondisi
Yang mempengaruhi cita-cita pada umumnya adalah yang menguntungkan dan yang menghambat. Factor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya cita-cita. Sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.
3. Faktor tingginya cita-cita
Ada yang menganjurkan gantunglah cita-cita setinggi langit. Namun, balik lagi kepada menusianya. Mampukah manusia itu menggapai cita-citanya tersebut. Tetapi ada juga pepatah yang mengatakan “ baying-bayng setinggi badan “ artinya menggapai cita-cita sesuai dengan kemempuannya sendiri. Mungkin ii lebih baik agar manusia secara bertahap dapat mencapai cita-citanya yang diidam-idamkan.
Rabu, 24 November 2010
MANUSIA DAN KEADILAN
MANUSIA DAN KEADILAN
Keadilan berasal dari kata adil. Menurut kamus besar bahasa Indonesia adil artinya tidak berat sebelah serta tidak memihak atu berpegang kepada kebenaran. Jadi, keadilan dapat diartikan sebagai sifat dan perbuatan atau perlakuan yang adil serta mempertahankan hak dan kewajiban secara seimbang.
Dalam pemerintahannya, negara Indonesia dapat dikatakan adil jika warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945 serta menurut ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Pengertian tersebut diproyekasikankepada pemerintah karena pemerintah merupakan pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Adapun keadilan social yang merupakan kerjasama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya.
Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya tentu cenderung disebut memeras. Sebaliknya pula, seorang majikan yang terus menerus menggunakan tenaga orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya, maim perbuatan itu menjurus kepada sifat memperbudak orang atau pegawainya. Oleh karena itu, untuk memperoleh keadilan, misalnya, kita menuntut kenaikan upah; sudah tentu kita harus berusaha meningkatkan prestasi kerja kita. Apabila kita menjadi majikan, kita harus memikirkan keseimbangan kerja mereka dengan upah yang diterima.
Keadilan berasal dari kata adil. Menurut kamus besar bahasa Indonesia adil artinya tidak berat sebelah serta tidak memihak atu berpegang kepada kebenaran. Jadi, keadilan dapat diartikan sebagai sifat dan perbuatan atau perlakuan yang adil serta mempertahankan hak dan kewajiban secara seimbang.
Dalam pemerintahannya, negara Indonesia dapat dikatakan adil jika warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik yang berdasarkan pada pancasila dan UUD 1945 serta menurut ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Pengertian tersebut diproyekasikankepada pemerintah karena pemerintah merupakan pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat.
Adapun keadilan social yang merupakan kerjasama untuk menghasilkan masyarakat yang bersatu sehingga setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan yang sama dan nyata untuk tumbuh dan belajar hidup pada kemampuan aslinya.
Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dan kekayaan bersama.
Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan memperbudak orang lain. Sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajiban dan lupa menuntut hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.
Sebagai contoh, seorang karyawan yang hanya menuntut hak kenaikan upah tanpa meningkatkan hasil kerjanya tentu cenderung disebut memeras. Sebaliknya pula, seorang majikan yang terus menerus menggunakan tenaga orang lain, tanpa memperhatikan kenaikan upah dan kesejahteraannya, maim perbuatan itu menjurus kepada sifat memperbudak orang atau pegawainya. Oleh karena itu, untuk memperoleh keadilan, misalnya, kita menuntut kenaikan upah; sudah tentu kita harus berusaha meningkatkan prestasi kerja kita. Apabila kita menjadi majikan, kita harus memikirkan keseimbangan kerja mereka dengan upah yang diterima.
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
MANUSIA DAN TANGGUNG JAWAB
Tanggung jawab aslinya terdiri dari dua kata yaitu tanggung dan jawab. Menurut kamus basar bahasa Indonesia, tanggung berarti dipastikan atau dijamin. Sedangkan jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti sahut atau balas. Jadi tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Tanggung jawab umumnya diartikan juga sebagai keharusan untuk “menaggung“ dan “menjawab”. Dalam pengertian lain tanggung jawab berarti suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan untuk menghasilkan perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu pertanyaan.
Rasa tanggung jawab baik diajarkan pada manusia sejak dini agar dapat menimbulkan sifat ketaatan. Namun, bisa juga timbul suatu pengaruh yang tidak kita inginkan bagi pembentukan watak anak, karena pada dasarnya rasa tanggung jawab bukanlah hal yang dapat diletakkan pada seseorang dari luar. Rasa tanggung jawab tumbuh dari dalam mendapatkan pengarahan dan pemupukan dari system nilai yang kita dapati dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Rasa tanggung jawab yang tidak bertumpuk pada nilai-nilai positif dapat berubah menjadi sesuatuyang menyimpang.
Ada cara untuk mendidik anak sejak dini agar ia menjadi individu yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungannya ( orang lain ), yaitu :
1. Memberi teladan yang baik
Setiap anak akan selalu mencontoh perilaku yang ada disekitarnya terutama perilaku orang tua. Maka, orang tua harus mencontohkan perilaku yang baik yang menjadi teladan anaknya.
2. Tetap dalam pendirian yang teguh dalam prinsip
Dalam hal melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh anak, orang tua harus memperhatikannya apakah si anak mengerjakannya dengan segenap hati dan tekun atau tidak. Setiap orang tua harus bisa memberikan suatu perhatian pada kegiatan yang tengah dilakukan oleh anak.
3. Jangan terlalu banyak menuntut
Orang tua seharusnya tidak perlu terlalu banyak menuntut dari anak dengan sewenang-wenang member tanggung jawab yang tidak sesuai dengan kemampuannya namun, berikanlah tanggung jawab itu tahap demi tahap agar si anak dapat menyanggupi dan menyenangi pekerjaan itu.
Banyak orang mengelak tanggung jawab karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawab daripada berdiri dengan berani. Dan orang sangat senang melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain. Dan dalam masa sekarang, orang lebih banyak melepas tanggung jawab karena didukung oleh lingkungan dekatnya seperti korupsi dan manipulasi. Sebagian besar orang-orang disekitarnya mendukung karena mereka semua juga merasakan hasil-hasil dari korupsi.
Tanggung jawab aslinya terdiri dari dua kata yaitu tanggung dan jawab. Menurut kamus basar bahasa Indonesia, tanggung berarti dipastikan atau dijamin. Sedangkan jawab menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti sahut atau balas. Jadi tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Tanggung jawab umumnya diartikan juga sebagai keharusan untuk “menaggung“ dan “menjawab”. Dalam pengertian lain tanggung jawab berarti suatu keharusan untuk menanggung akibat yang ditimbulkan untuk menghasilkan perilaku seseorang dalam rangka menjawab suatu pertanyaan.
Rasa tanggung jawab baik diajarkan pada manusia sejak dini agar dapat menimbulkan sifat ketaatan. Namun, bisa juga timbul suatu pengaruh yang tidak kita inginkan bagi pembentukan watak anak, karena pada dasarnya rasa tanggung jawab bukanlah hal yang dapat diletakkan pada seseorang dari luar. Rasa tanggung jawab tumbuh dari dalam mendapatkan pengarahan dan pemupukan dari system nilai yang kita dapati dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Rasa tanggung jawab yang tidak bertumpuk pada nilai-nilai positif dapat berubah menjadi sesuatuyang menyimpang.
Ada cara untuk mendidik anak sejak dini agar ia menjadi individu yang bertanggung jawab pada diri sendiri dan lingkungannya ( orang lain ), yaitu :
1. Memberi teladan yang baik
Setiap anak akan selalu mencontoh perilaku yang ada disekitarnya terutama perilaku orang tua. Maka, orang tua harus mencontohkan perilaku yang baik yang menjadi teladan anaknya.
2. Tetap dalam pendirian yang teguh dalam prinsip
Dalam hal melakukan pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh anak, orang tua harus memperhatikannya apakah si anak mengerjakannya dengan segenap hati dan tekun atau tidak. Setiap orang tua harus bisa memberikan suatu perhatian pada kegiatan yang tengah dilakukan oleh anak.
3. Jangan terlalu banyak menuntut
Orang tua seharusnya tidak perlu terlalu banyak menuntut dari anak dengan sewenang-wenang member tanggung jawab yang tidak sesuai dengan kemampuannya namun, berikanlah tanggung jawab itu tahap demi tahap agar si anak dapat menyanggupi dan menyenangi pekerjaan itu.
Banyak orang mengelak tanggung jawab karena memang lebih mudah menggeser tanggung jawab daripada berdiri dengan berani. Dan orang sangat senang melempar tanggung jawabnya ke pundak orang lain. Dan dalam masa sekarang, orang lebih banyak melepas tanggung jawab karena didukung oleh lingkungan dekatnya seperti korupsi dan manipulasi. Sebagian besar orang-orang disekitarnya mendukung karena mereka semua juga merasakan hasil-hasil dari korupsi.
Langganan:
Postingan (Atom)